Data 267 Juta Pengguna Facebook Bocor


Dikutip dari - Liputan6.com, Jakarta - Masalah keamanan data pribadi kembali menghantui pengguna Facebook. Terbaru, ada temuan dari firma keamanan Comparitech dan peneliti Bob Diachenko yang mengungkap ada ratusan juta data pribadi pengguna Facebook berhasil bocor di internet.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (20/12/2019), ada sekitar 267 juta informasi pengguna Facebook yang diekspos di dark web. Para korban yang kebanyakan berdomisili Amerika Serikat itu diprediksi dapat menjadi target pesan spam atau sasaran phishing.

Meski belum dapat dipastikan seberapa sensitif informasi itu, Diachenko mengatakan setelah dilacak, database ini berasal dari Vietnam. Ada kemungkinan data-data itu diperoleh lewat proses ilegal bernama 'scraping'.

Untuk diketahui, scraping merupakan proses pengumpulan data dengan memanfaatkan bot untuk menyalin informasi publik di profil Facebook seseorang. Cara ini juga dapat digunakan dengan mencuri langsung dari API Facebook.

Dari temuan ini diketahui pula, tautan untuk mengakses data ini sudah diunggah di forum hacker populer. Meski aksesnya sudah dihapus, data ini tidak dilindungi dengan password sehingga seluruh pihak dapt melihatnya.

Untuk sekarang, Facebook mengatakan database tersebut sudah dihapus. "Kami memperhatikan masalah ini, tapi kemungkinan informasi ini diperoleh sebelum kami melakukan sejumlah perubahan untuk melindungi informasi pengguna," tutur juru bicara Facebook.

Perlu diketahui, raksasa media sosial itu memang sudah mengahapus informasi nomor telepon dari API miliknya sejak 2018, usai skandal Cambridge Analytica. Karenanya, informasi ini kemungkinan besar diambil sebelum dilakukan perubahaan tersebut.

0 Response to "Data 267 Juta Pengguna Facebook Bocor"

Post a Comment

Dilarang komentar tentang SARA, judi, pornografi dan provokasi. Serta komen yang tidak menyinggung mengenai postingan, semisal : nice post, dsb.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel